Thursday, April 21, 2011

KOPINGER


Kopi bagi orang melayu rupanya tak sekedar air gula berwarna hitam, tapi wujud dari pelarian dan kebahagiaan/kegembiraan..

Mereka yg suka KOPI PAhIT umumnya bernasib sepahit kopinya, makin pahit kopinya makin berlika-liku petualangannya,,,mereka jatuh, bangun, jatuh dan bangun lagi..dlm dunia pergaulan zaman modern skrg ini mereka disebut PLAYER (pemain)...

Mereka yang takaran gula dan kopinya proposional umumnya adl pegawai kantoran yg bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu saaja...mereka tak lain pria "DO-RE-MI" dan mereaka tlah kawin dengan rasa BOSAN....proporsi takaran kopi mereka mencerminkan kepribadian mereka yg sungkan mengambil risiko...kelompok disebut SAFETY PLAYER...

Mereka yg takaran kopinya kental dengan sedikit gula biasanya menggambarkan org ini ahli dalam bidangnya, mereka bertangan dingin dan penuh perhitungan, mereka bukan type pegang-lepaskan-pegang-lepaskan tapi mereka adl tyype pegang-cengkeram-telan, namun adakalanya mereka adl PECINTA yang ROMANTIS,,,takaran kopi semacam itu membuat mereka merasakan pahit dekat tenggorokan namun terbesit sedikit manis di ujung lidah,, bagi mereka itu hal sexy,,,golongan ini disebut SEMI PLAYER...

Mereka yg minum kopi dan hanya minta sedikkit gula lalu setelah diberi gula, mengatakan terlalu manis ato kurang manis merupakan orang-orang yang gampang dihasut,,,merekalah pengacau sistem politik republik karena suaranya mudah dibeli,,,mereka itu kaum PLIN PLAN....

Mereka yang suka kopi dengan takaran susunya lebih banyak umumnya bermasalah dengan kehidupan rumah tangga (dlm masalah yg extrem),,,,mereka cenderung hanya minum air panas dan susu saja tanpa gula dan kopi,,,org org ini sering melamun di warung kopi..tak tahu apa yg sedang berkecamuk dalam kepala mereka,,,mereka disebut para EX-PLAYER.....

Ada pula yang suka minum gyula dan air saja tanpa kopi ato susu,,mereka adl BURUNG SIRINDIT....

Mereka yang minta kopi saja tanpa air dan memakan kopi itu seperti makan sagon adalah PENDERITA SAKIT GILA NOMOR 29....

Adapun mereka yang sama sekali tidak pernah minum kopi adalah PENYIA-NYIA HIDUP INI....


termasuk dalam kategori yang manakah ANDA...............????????????????

Garam dan Telaga


Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”,… sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.“Tidak”, …jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Monday, April 18, 2011

M. Ibnu Arofah Mubarok

M. Ibnu Arofah Mubarok

Analogi yg Mengagumkan



Analogi yg Mengagumkan
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang," Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??"."Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan. "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!" kata si konsumen menyetujui." Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si tukang cukur terbengong !!!!